Biskuit Gadung: Makanan Sehat Diabetes

Indonesia menempati urutan ke empat dengan kasus diabetes terbanyak di dunia. Menurut Soegondo (2009), Jumlah kasus diabetes di Indonesia pada tahun 2000 mencapai 8,4 juta dan diperkirakan pada tahun 2030 akan meningkat menjadi 21,3 juta jiwa. Tingginya kasus diabetes di Indonesia salah satu penyebabnya diduga karena perubahan gaya hidup masyarakat yang tidak sehat dengan konsumsi makanan instan dan kurangnya berolah raga. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperlukan upaya untuk menjaga kesehatan para penderita diabetes. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menciptakan produk makanan sehat untuk penderita diabetes

Produk makanan untuk penderita diabetes sangat terbatas dan harganya  masih relatif mahal. Disisi lain, secara psikologis penderita diabetes cenderung senang mengemil. Salah satu jenis makanan yang berpotensi dikembangkan untuk penderita diabetes adalah makanan olahan berbahan dasar gadung.

Gadung (Discorea hispida Dennst.) adalah jenis umbi-umbian yang hidup di daerah tropis. Gadung banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara terutama Indonesia. Tumbuhan ini tersebar merata diseluruh Indonesia karena kemampuannya beradaptasi pada kondisi lembab maupun kering. Gadung biasa tumbuh di hutan-hutan, pinggiran kampung, dan semak belukar (Purwantisari, 2007). Gadung dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit, diantaranya: kencing manis, disentri, nyeri ampedu, nyeri haid, lepra (Kusta) dan lain-lain. Penelitian lebih lanjut, menyatakan bahwa pemberian infusa cairan gadung pada mencit yang mengidap diabetes ternyata mampu menurunkan kadar gula darah yang nilainya mendekati pemberian
infusa insulin (Sunarsih dkk., 2007).

Gadung berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku makanan alternatif bagi penderita diabetes.  Hal tersebut disebabkan karena adanya kandungan zat pada gadung yang dapat menurunkan gula darah, walaupun zat tersebut masih belum diidentifikasi lebih lanjut. Gadung juga mempunyai kandungan kalori yang rendah. Selain itu, produksi gadung yang melimpah sangat potensialuntuk dilakukannya diversifikasi dan pemanfaatan yang lebih optimal.

Sejauh ini, pemanfaatan gadung belum optimal karena hanya sebatas diolah menjadi keripik. Keripik dinilai tidak baik untuk penderita diabetes karena dikhawatirkan akan menimbulkan kadar kolesterol dalam darah sebagai akibat adanya minyak dari sisa proses penggorengan. Untuk itu, diajukan gagasan berupa pembuatan biskuit berbahan dasar gadung sebagai alernatif makanan sehat bagi penderita diabetes.

Pengolahan gadung menjadi biskuit memiliki banyak keungulan, diantaranya: praktis, mudah dibawa, daya simpan lama, tidak menimbulkan kolesterol seperti pada keripik, mudah dikemas, dan penampilan yang menarik.

Untuk menjamin terlaksananya gagasan ini, maka program biskuit gadung akan di integrasikan dengan program penanganan penyakit diabetes dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Integrasi gagasan dengan program penanganan penyakit diabetes diharapkan akan memberikan alternatif makanan sehat yang sekaligus dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes. Kaitanya dengan UKM, gagasan ini diharapkan dapat memberikan peluang bisnis dan pemanfaatan gadung sebagai potensi alam Indonesia.

3 Responses to Biskuit Gadung: Makanan Sehat Diabetes

  1. okta says:

    waahhh,, subhanallah, bgs kang idenya.. makasih masukannya, lumayan nih buat tema pengembangan produk tip08.. hhee..

  2. Fauzillah says:

    Alhamdulillah klo bermanfaat… iya kembamgim aja klo bisa sampai jadi produk nya…

  3. hartono says:

    gadung disini amatmelimpah, kami siap berperan serta. bagi pelaku bisnis yg berbasis gadung, tolong ijinkan kami bermitrausaha. hartono dari pulau sumbawa. 081803705203

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s